Thursday, December 15, 2011

Bengkel Penulisan Skrip Drama Islami - Dari Karya ke Media, Satu Usaha Mendidik Masyarakat

Sesungguhnya, medan dakwah itu terbentang luas...jom kita banyakkan drama-drama berunsur tarbiyyah di media. Para penulis pelbagai genre dijemput menyertai bengkel yang jarang-jarang diadakan ini:

Tarikh: 29 Januari 2012
Masa: 8.30 pagi - 5.00 petang
Tempat: Dewan seminar, Masjid Al-Ghufron, Punggiran Taman Tun Dr Ismail
Pengendali Bengkel:
1. Tuan Hj Abu Hassan Morad,penerbit dan pengasas Production House, Layar Media Consult (penerbit drama Hani, Cinta Madinah, Warkah dari Penjara, Angin Rindu Sarajevo dll)
2. Saudari Ummu Hani Abu Hassan, seorang penulis muda berbakat yang telah menghasilkan hampir 10 skrip drama televisyen, antaranya:

1. Cinta Madinah 2 (RTM, 2005)

2. Lara Rindu Mahsuri (TV3, 2008)

3. Nurul Iman (RTM, 2009)

4. Angin Rindu Sarajevo (RTM, 2010)

5. Di Sapa Izrael (Astro Oasis, 2011)

6.Warkah Dari Penjara (TV9, 2011)

7. Drama Bersiri Keimanan Cinta (TV9, 2011)

8. Drama Bersiri Dingin La Venda (tv3, 2011)

9. Cerekarama, Waris Walid (tv3, 2011)

juga seorang novelis dan cerpenis prolifik

Objektif bengkel:
1) Memberi pendedahan kepada peserta tentang teknik penulisan skrip drama terkini
2) Membimbing peserta untuk menghasilkan skrip dari karya kreatif sedia ada, sama ada daripada hasil karya peserta sendiri atau hasil penulisan penulis lain
3) Perkongsian pengalaman dengan penulis skrip drama Keimanan Cinta, Angin Rindu Sarajevo, Warkah dari Penjara dll iaitu saudari Ummu Hani Abu Hassan
4) Pada akhir bengkel, peserta sekurang-kurangnya berjaya menghasilkan satu proposal drama bertema Islami atau berjaya menyiapkan skrip beberapa babak dalam drama.

Bayaran: RM 200 (bekerja)/ RM 180.00 (pelajar)
Yuran termasuklah bahan bengkel, minum pagi dan makan tengah hari. Sijil penyertaan disediakan. Kepada peserta yang mendaftar secara berkumpulan 5 orang, peserta kelima tidak dikenakan sebarang bayaran.

Berminat? Daftar segera melalui sms ke 012-3687172 (Arash) atau 012-6615745(wan am) dengan menyertakan nama penuh, nombor kad pengenalan, kategori (bekerja atau pelajar) dan alamat e-mel.

Tarikh tutup pendaftaran ialah pada 20 Januari 2012. Siapa cepat dia dapat! Penyertaan terhad kepada 20 orang sahaja.

Thursday, June 2, 2011

7 Years of Loves, Laughter, Tears, Turbulences and We are Getting Stronger and Stronger


7 years of sharing everything...
The pillow and the bed..
The shelter and the shed..
The laughter and the tears..
The spirit and the fear...
The ups and downs..
The smiles and the frowns..

7 solid years...
is not a short journey..
and we walk hand in hand..
down the alley..
and passing the valley..
of life..
with never ending prayer
and the value that we share..

sometimes, when we pass through darkness..
there's always light at the end of the tunnel..
though we refuse to believe life is a gamble..
as long as we stay tough..
everything that we have is enough..
neither stormy nor rainy nights..
would end this journey insight..

loyalty is the word of love,
sincerity is the word of noble,
trustworthy is the word of value,
All blend up to be one thing...
A F F E C T I O N!

Happy 7th Anniversary to my dearest hubby from the bottom of my heart..
3rd of June 2004 - 3rd of June 2011

Monday, May 23, 2011

Jadikan daku seperti dirinya Ya Allah! : Tribute to Allahyarhamah Ibunda Yoyoh Yusrah



Saat semangat hampir tiris mengenangkan kelelahan menguruskan keluarga, bergelumang dengan buku-buku dan jurnal akademik, bergulat dengan tugasan di sekolah dan program-program dakwah, teringat kehebatan seorang ukhtie ini..yang tidak pernah surut semangat dan penghayatannya...sayangnya, dia sudah kembali mengadap Kekasihnya yang abadi...dijemput Allah pulang dalam perjalanan hendak menghadiri konvokesyen anaknya...dibandingkan dengan diriku yang kerdil, aku terlalu kecil Ya Allah...

Anak-anakku cuma 3 orang, sedangkan ukhtie ini melahirkan 13 orang jundullah yang hebat...seorang ibu yang tidak pernah punyai pembantu, seorang isteri yang tabah dan sentiasa optimis dengan kerja dakwah..di medan masyarakat beliau adalah anggota dewan parlimen mewakili parti PKS..pernahkah beliau mengeluh? tak pernah sama sekali...malah ukhtie ini merasakan dirinya terlalu kerdil dibandingkan dengan wanita2 Palestine yang mampu melahirkan dan membesarkan lebih ramai anak2 pewaris perjuangan walaupun dalam keadaan negara sedang bergolak..ukhtie ini hafal sehingga 20 juzuk Quran, tetapi masih terasa diri jauh terkebelakang daripada wanita2 Palestin yang rata-ratanya adalah hafidzah 30 juzuk Quran...

Di saat diri kelelahan melayan keletah anak-anak yang sedang membesar, diri disapa semangat ketika mengingatkan pesanan ukhtie ini bahawa kita sebenarnya sedang berhadapan dengan pewaris perjuangan dakwah...bersabarlah..bersabarlah...malah, tanggapan optimis ukhtie ini terhadap perkahwinan dalam dakwah membuatkan diri menepis tanggapan negatif yang menyalahkan perkahwinan pada awal usia...katanya,

"Berbicara mengenai visi pernikahan, visi pernikahan itu adalah visi da'wah. Sehingga apabila visi pernikahan telah menjadi visi da'wah, apapun masalah yang tengah dihadapi oleh keluarga kita, masalah itu tidaklah terlalu besar bila dibandingkan dengan masalah umat. Maka keluarga itu tidak akan memperumit masalah-masalah kecil.”

“Bagaimana dengan menunda pernikahan?”

“Ternyata apabila menunda pernikahan, maka akan menunda kelahiran dan kebangkitan umat, menunda pernikahan akan menghambat pertumbuhan atau penambahan umat-umat yang berkualitas. Bukankah Rasul senang dengan umat yang banyak dan berkualitas. Dan bukankah kita rindu dengan lahirnya kembali kepemimpinan Islam dan Islam menjadi soko guru seluruh alam ?”

UKhtie ini juga sering mengingatkan para wanita supaya menjaga pemakanan kerana katanya,

"Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib

Siapa kata kelelahan menguruskan anak-anak kecil menghalang diri daripada bangun beribadah pada malam hari? Jika anak kecil sering menangis kerana takut ditinggalkan ibu yang bangun bertahajjud? Apa kata ukhtie ini?

“Insya Allah masih bisa ukhti…Yang namanya bayi, ya tugasnya memang nangis. Malah kita khawatir kalau dia tidak bisa menangis tapi anteng terus. Nah, anti bisa siapkan bayi dulu dengan memmbersihkan dari najis, terus dipasang pampers, lalu menyempatkan diri wudhu sebentar. Saatnya sholat, gelarlah kasur kecil di samping sajadah kita dan taruh bayi di situ. Kalau dia menangis, jangan panik dulu, tetap teruskan sholat. Tapi kalau terlihat tanda-tanda nangisnya tak mau berhenti, gendonglah dia sambil sholat. Insya Allah dalam dekapan si ibu, dia akan tenang kembali. Sekaligus ini memberikan tarbiyah ruhaniyah padanya, sejak kecil sudah merasakan dan menyaksikan ibunya selalu bangun untuk sholat lail di sepertiga malam”. Masya Allah! Luar biasa sekali!

Aku berazam mencontohinya ya Allah..bangun bertahajjud untuk setiap anak-anakku..dan kurniakan dirinya pahala jariah ini...kerana dia menjadi sumber inspirasiku...

Beberapa hari sebelum dijemput pulang menghadap Ilahi, ukhtie ini mengirimkan sms berikut terhadap temannya:

“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita, Khadijah Al-Qubra yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafshah yang dibela Allah saat akan dicerai karena shawwamah (rajin puasa) dan qawwahmahnya (rajin sholat malam)? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500-an hadits, sedang aku… ehm, 500 juga belum. Atau dengan Ummu Sulaim yang shabirah (penyabar). Atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad. Atau dengan siapa ya Allah? Tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliyah mereka sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dengan mereka di Taman Firdaus-Mu”.

Sungguh dia sudah terasa ajalnya hampir tiba...

Mulianya dia ya Allah...ganjari dia dengan segala rahmat antara rahmat atas segala kebajikan yang pernah disumbangkannya...hari ini kita kehilangan seorang Ukhtie bernama Yoyoh Yusrah...semoga pada masa akan datang, kita mampu lahirkan ribuan akhwat sepertinya sebagai penerus perjuangan dakwah...akan merindui setiap langkah perjalanannya...

Al-Fatihah (Ibunda Yoyoh kembali ke Rahmatullah pada 21 Mei 2011 yang lalu kerana terlibat dalam satu kemalangan)

Saturday, May 21, 2011

A motherly hug and blessings...

Used to be a poem writer, reciter and lover,long ago...when I was a Convent's girl more than 15 years ago...so long, but i believe the skill is still there in me..just need some polishing..well, just wanna share a simple poem that I wrote two weeks ago for a special person that was sent along with a basket of flowers a few days before Mother's Day...

Mother,

There's one sad truth in life I've found
While journeying east and west
The only folks we really wound
Are those we love the best
We flatter those we scarcely know
We please the fleeting guest
And deal full many a thoughtless blow
To those who love us best

Dear mother,

What have I done?
To hurt that beautiful heart of yours
And let you shed all of those tears
that rolling down your pretty face
Just because I misunderstood
The motherly sigh and gaze you have ever put

Dear mother,
Hurting you means hurting me more,
And the suffering stays like an open sore
So agonizing and painful though
Turns my days into darkness and sorrow

But mother,
I do believe in the tender place
That lies hidden in a mother's heart
that may forgive and hold a space
like a shelter and a shading hut
that will keep me away
from rain, and thunder and snow and heat

I'm so sorry mother...
for hurting you all this while
hope this flowers will bring you smiles
And do accept this sincere apology
from your sincere daughter who is guilty

This coming weekend is your day mother...
The world's celebrating mother's day
And let me be the first to say
Happy Mother's Day my dearest dear!

With lots of loves

Friday, April 29, 2011

Sudahkah anda bersedia menghadapi semua ini? Bagaimanakah malam pertama anda di....

video

satu dokumentari yg cemerlang mengenai kematian..

Tuesday, April 26, 2011

4 Orang Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka..

Seseorang wanita itu apabila di yaumal alkhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka.

Artikel ini bukan untuk memperkecilkan wanita tetapi sebaliknya iaitu supaya kaum lelaki memainkan peranannya dengan hak & saksama serta berwaspada akan tanggung-jawab yang dipikul!

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat.....tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram, apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti solat tidak bertangguh, puasa tidak tinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya.....jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM ...tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata, memutuskan silaturrahim dan sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.


Read more at: 4 Orang Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka.. http://sepaku.net/nur-addin/43494-4-orang-lelaki-yang-ditarik-wanita-ke-neraka.html#ixzz1KcSPvxGz

Sunday, April 24, 2011

Pengadu domba, si pemecah -belah dan batu api...apa kata Al-Quran tentang mereka?

Apabila berlaku perselisihan antara dua pihak, maka janganlah ditambah lagi kerosakan yang ada dengan menjadi pengapi atau pengipas. Sebaliknya, berusahalah menjadi pendamai kepada perselisihan tersebut. Jika kita menjadi pengadu domba yang menambah buruk lagi keadaan, bimbang diri hilang kelayakan untuk menjejaki syurga Allah..apatah lagi sekiranya perselisihan itu melibatkan khalayak keluarga sendiri. Sukakah melihat perpecahan dalam keluarga? Sukakah melihat kedua-dua pihak terus bermasam muka atau bertelagah? Sekiranya tidak mampu menjadi pemulih keadaan, adalah lebih baik berdiam diri dan berdoa supaya keadaan pulih seperti sedia kala. Bukan dengan mengipas atau memanaskan hati mana-mana pihak yang terbabit.Berikut adalah petikan hadis dan ayat Quran yang mencela kelakuan si pengadu domba. Harap dimanfaatkan..

Pengadu Domba Tidak Masuk Surga

Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Maksudnya: Tidak akan masuk surga pertama kali bersama dengan orang-orang yang masuk, melainkan dia akan disucikan dulu di neraka.
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Dan mereka berdua disiksa bukan karena sesuatu yang besar. Adapun salah seorang di antara mereka disiksa karena suka mengadu-domba sedangkan yang lainnya disiksa karena tidak menjaga dirinya dari (percikan) kencingnya.” Kemudian beliau meminta pelepah kurma basah, lalu membelahnya menjadi dua. Kemudian beliau menanam salah satunya pada kubur yang pertama dan yang satu lagi pada kubur yang kedua. Kemudian beliau bersabda, “Semoga siksa keduanya diringankan selama kedua pelepah ini belum kering.” (HR. Al-Bukhari no. 6055 dan Muslim no. 292)

Penjelasan ringkas:

Namimah atau adu domba adalah perbuatan menukil ucapan sebagian orang lalu membawanya kepada sebagian orang lainnya dengan tujuan untuk merusak hubungan baik di antara kedua golongan tersebut. Ini merupakan amalan yang sangat tercela, Allah Ta’ala sendiri yang langsung mencelanya dan melarang kaum muslimin untuk mendengarkan celaannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari mengadu domba, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas, lagi banyak dosa.” (QS. Al-Qalam: 10-12)

Namimah termasuk dari dosa-dosa besar, karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa di antara amalan yang paling banyak menyebabkan seseorang disiksa dalam kuburnya adalah karena dia melakukan namimah di muka bumi ini. Adapun maksud kalimat ‘disiksa bukan karena sesuatu yang besar’ dalam hadits Ibnu Abbas di atas, maka itu bukan berarti kedua amalan itu bukanlah dosa besar. Akan tetapi yang dimaksud adalah bahwa kedua amalan itu kecil atau enteng di mata mereka berdua atau di mata banyak manusia, akan tetapi sebenarnya kedua amalan ini sangat besar dosanya di mata Allah Ta’ala. Ini dipertegan oleh hadits Hudzifah di atas yang menyebutkan secara tegas bahwa pelaku namimah tidak akan masuk surga.

Adapun berkenaan dengan hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu di atas, maka Ibnu Abdil Barr telah menyebutkan dari Yahya bin Abi Katsir bahwa beliau berkata, “Dalam sekejap, pelaku adu domba dan kedustaan bisa menimbulkan kerusakan dengan kerusakan yang tidak bisa ditimbulkan oleh penyihir dalam satu tahun.”

Abu Al-Khaththab berkata dalam Uyun As-Sa`il, “Di antara bentuk sihir, mengadakan adu domba dan merusak hubungan di antara manusia.”

Alasan namimah disamakan dengan sihir, karena kedua amalan ini bisa mengadakan kerusakan di tengah-tengah manusia secara cepat, tersembunyi, dan disertai dengan makar atau tipu daya. Dari sisi inilah para ulama menyamakan keduanya, bukan dari sisi hukuman bagi pelakunya. Karena sudah dimaklumi bahwa pelaku sihir adalah kafir sementara pelaku namimah masih seorang muslim walaupun dia berbuat dosa yang sangat besar.

Diambil dari: http://al-atsariyyah.com/pengadu-domba-tidak-masuk-surga.html