Every child ventures the world at their own pace. Some may demonstrate a speed progress in talking, some may show skill in physical activities, others may find it easy to adapt with new people and etc...we, as parents should not set limitation to a child achievement from one dimension only.. typical parents, especially Malaysian parents always direct their focus to academic achievement of a child. The child is said to be intelligent if he/she manage to collect a string of A's in exam...The child is good to them if he/she gets good grades in school or college...but how many parents discover other talent in the child beside the good performance from academic perspective? How many parents reward a child if he/she shows good courtesy to the elderly people? How many parents praise a child if he/she willingly shares her /his portion of meal treat with other siblings? Whether you notice it or not, we always measure the level of intelligence from one narrow perspective, the mental. We neglect the importance of being intelligent from emotional, psychological, spiritual and physical perspectives.
Howard Gardner, a professor in psychology has identified the following distinct types of intelligence in his Multiple Intelligences Theory ("MI Theory"). The seven intelligences included:
1. Linguistic Children with this kind of intelligence enjoy writing, reading, telling stories or doing crossword puzzles.
2. Logical-Mathematical Children with lots of logical intelligence are interested in patterns, categories and relationships. They are drawn to arithmetic problems, strategy games and experiments.
3. Bodily-Kinesthetic These kids process knowledge through bodily sensations. They are often athletic, dancers or good at crafts such as sewing or woodworking.
4. Spatial- These children think in images and pictures. They may be fascinated with mazes or jigsaw puzzles, or spend free time drawing, building with Leggos or daydreaming.
5. Musical- Musical children are always singing or drumming to themselves. They are usually quite aware of sounds others may miss. These kids are often discriminating listeners.
6. Interpersonal- Children who are leaders among their peers, who are good at communicating and who seem to understand others' feelings and motives possess interpersonal intelligence.
7. Intrapersonal -These children may be shy. They are very aware of their own feelings and are self-motivated.
MI Theory teaches parents and educators to look for signs of innate precociousness in children and then to help develop them.
As parents, it is not fair to compare your children abilities with yours or with his/her other siblings'. Each child is special. Each child is highly potential in their own way. Our job is not to decide for the life of our children but to help them to become who they are supposed to be not what we think they should be!
Every year after the PMR result is released the usual popular problem faced by my students is - confuse to select the right package of subjects for their form 4. These students almost torn between conflicts of doing the things that they like or taking the subjects that their parents prefer. It is so common to hear statement such as 'i want to be a fashion designer but my mum wants me to be a doctor' or 'i hate add math, i want to be a businessman, why should i take science package?'
Which type of parents are you? Do you decide for your child's future? or you HELP them to choose what they want to become? I would like to suggest go and look for this book 'Frames of Mind' by Howard Gardner...digest the content and believe me, you will see magics in each child of yours...let them venture their potential an achieve the highest in life - the self-actualization on their on pace..
"Knowing that we have a great chance each day to impact the lives of the young in our school is a tremendous responsibility, but it is also a wonderful opportunity..."
Saturday, January 29, 2011
Gejala buang bayi atau penyakit ZINA????

Satu liputan dalam the Star dua hari lepas mendedahkan 8% daripada lelaki di Malaysia menjadi pelanggan tetap pada perkhidmatan seks yang sekarang ini diiklankan dengan mudah di internet...order saja nasi lemak (pelacur melayu), tom yam (siam), char kuew teow (cina) atau tosai (india). berhati2 sikit kalau terdengar istilah2 ini digunakan oleh kawan2 anda di kolej! paling membimbangkan tren melanggani pekerja seks ini telah mula tersebar di IPT seluruh negara. Kalau dulu golongan Mahasiswa pernah dikutuk kerana menghabiskan wang pinjaman dan biasiswa untuk membeli handphone mahal, membelanjakan wang pinjaman/biasiswa secara mewah untuk membeli pakaian berjenama dan sebagainya, sekarang ini, jangan terkejut kalau ada yang sanggup menggunakan wang biasiswa/pinjaman untuk melanggan pekerja seks! Masyarakat semakin rosak!
Di sana sini orang memperkatakan gejala buang anak. Setiap hari pasti ada berita yang tidak enak itu dalam akhbar. Maka, tampillah pelbagai pihak mencadangkan itu ini untuk menangani isu buang anak. Pendidikan seks, baby hatch, rumah perlindungan remaja hamil, sekolah khas remaja hamil dll antara 'solution' yang dicadangkan dan ada juga yang telah dilaksanakan. Isu ini tak pernah nampak akan surut malah makin parah pula walaupun banyak cara telah dilaksanakan untuk menanganinya.
Masalahnya di sini, buang anak itu bukannya gejala tapi lebih kepada manifestasi kegagalan sistem pendidikan konvensional negara! Manifestasi kepada kegagalan menyekang perbuatan ZINA! Formulanya senang saja. Peningkatan perbuatan zina berkolerasi dengan peningkatan kes buang anak. Maksudnya, kalau sifar zina, maka sifarlah kes pembuangan bayi. Melainkan ada faktor-faktor melibatkan kecelaruan mental atau GILA!
Perangi ZINA dengan bersungguh-sungguh kerana penyakit sosial ini adalah punca kepada pelbagai masalah dalam masyarakat! Ajarkan anak2 lelaki supaya menundukkan pandangan, menjaga nafsu dan kemaluan mereka dan didik anak-anak perempuan supaya memelihara sifat malu mereka!
Orang pertama yang akan disoal Allah tentang kepincangan yang berlaku dalam masyarakat ini ialah PEMIMPIN PERTAMA dalam negara. Sudah bersediakah anda membela diri di hadapan Al-HAqq kelak? cukupkah hujah anda untuk menyelamatkan diri? Jika ditanya apakah usaha anda untuk mengelakkan berleluasanya zina, bolehkah dijawab dengan formula transformasi ekonomi? Penting sangatkah meningkatkan pendapatan per kapita rakyat berbanding memperbaiki kelompongan iman rakyat?
Anda sendiri tahu jawapannya, kan?
Saturday, September 4, 2010
Kasih Terpilih: Satu Legasi Dakwah..

Menulis..berkarya...memang dah sebati dalam diri...walaupun pola pemikiranku lebih kepada 'scientific thinking'. Namun,sastera itu adalah makanan jiwaku..aku menulis terus dari hati...
Kalau dulu, berkarya sekadar minat dan juga jalan mudah mencari duit poket (sesekali menang anugerah karya, RM 500 paling kurang aku pernah dapat!)....idea terlalu banyak..mencurah2...paling penting bila diadun dengan sentuhan dakwah, kepuasan yang terhasil cukup berganda. Malah, penulisan-penulisan ini jugalah yang kuharap dapat menjadi jariah apabila aku pergi menghadap Kekasihku kelak...
Syukur, Kasih Terpilih lahir juga selepas sekian lama penulisanku tertangguh...inilah pemangkin momentum dakwahku untuk karya kedua, ketiga dan seterusnya..semoga ada bahagianku kelak di sisi Allah...
Friday, September 3, 2010
SEMINAR PENULISAN KREATIF ISLAMI: ASIMILASI DAKWAH DALAM FIKSYEN
TARIKH: 25 SEPTEMBER 2010
TEMPAT: AUDITORIUM B, KULIYYAH ENGINEERING UIAM GOMBAK
MASA: 9.00 AM - 1.30 PM
MENAMPILKAN: 2 ORANG PENULIS PROLIFIK GENERASI BARU, SAUDARA HILAL ASYRAF DAN FAISAL TEHRANI
ANTARA TAJUK YANG AKAN DIKUPAS IALAH:
1) Membina Momentum Dakwah dalam Diri Penulis oleh saudara Hilal Asyraf
2) Asimilasi Dakwah dalam Penulisan Kreatif: Tunggu Teduh Dulu, Satu Refleksi oleh saudara Faisal Tehrani
YURAN: RM 30 (PELAJAR)/ RM 50 (BEKERJA)
DAFTAR SEGERA MELALUI ARASH (012-3687172) ATAU WAN AM (012-6615745) SEBELUM 15 SEPTEMBER 2010
(nyatakan nama penuh, emel dan kategori anda (pelajar atau bekerja)
TEMPAT: AUDITORIUM B, KULIYYAH ENGINEERING UIAM GOMBAK
MASA: 9.00 AM - 1.30 PM
MENAMPILKAN: 2 ORANG PENULIS PROLIFIK GENERASI BARU, SAUDARA HILAL ASYRAF DAN FAISAL TEHRANI
ANTARA TAJUK YANG AKAN DIKUPAS IALAH:
1) Membina Momentum Dakwah dalam Diri Penulis oleh saudara Hilal Asyraf
2) Asimilasi Dakwah dalam Penulisan Kreatif: Tunggu Teduh Dulu, Satu Refleksi oleh saudara Faisal Tehrani
YURAN: RM 30 (PELAJAR)/ RM 50 (BEKERJA)
DAFTAR SEGERA MELALUI ARASH (012-3687172) ATAU WAN AM (012-6615745) SEBELUM 15 SEPTEMBER 2010
(nyatakan nama penuh, emel dan kategori anda (pelajar atau bekerja)
Sunday, August 29, 2010
Ramadhan yang Menguji Cinta...
Ramadhan tahun ini benar-benar menguji cinta...cinta seorang adik kepada saudara kandungnya...betapa banyak air mata yang gugur..namun, bila melihat ketabahan di wajahnya, aku hanya mampu menelan rasa sayu dan sedaya mampu mempamerkan kekuatan agar dia tetap kuat..
Genap seminggu puasa, Kak Yang hantar message menyatakan kandungannya mengalami masalah..pendarahan berterusan dengan ketul-ketul darah sekali...minta didoakan kesejahteraan untuknya dan anak dalam kandungan...malam kelapan Ramadhan, dia menghantar berita, setelah di 'scan' oleh pakar O & G, bayi dalam kandungan masih selamat..Kak YAng diberi mc selama 2 minggu (till the bleeding subsided) syukur, gembira mendengar berita itu...dan aku memasang niat untuk menziarahinya usai kelas keesokan harinya...
8 Ramadhan, kami bertolak ke Kem Terendak, dengan anak-anak...tiba di Masjid Tanah terima SMS masuk. "Baby dah keluar, masih di rumah tunggu ambulans". Terasa luruh jantung...aku balas SMS itu lantaran panggilan tidak berjawab. "Sorang je ke?" dan Kak Yang menjawab ringkas "Aah"...
Bagaimanakah keadaan dia, berseorangan menghadapi saat genting? Rasa seperti mahu memecut kereta supaya segera sampai..Dalam kekalutan itu, banyak pula lori yang menghalang laluan...
Tiba di rumah Kak Yang, dia sudah pun dibawa ke A & E Hospital Kem Terendak, tempat dia biasa bertugas (kali ni sebagai pesakit, bukan sebagai doktor)...dan sebagai adik, aku menunggu dengan sabar sehingga dibenarkan masuk menemuinya...
Wajahnya pucat, letih, tapi tidak langsung menitiskan air mata. Ramai pula doktor lain mengelilingi katilnya, memberi kata-kata semangat padanya. Malah, ketika itu ada seorang pesakit yg tercedera mata kerana terkena serpihan peluru, diabaikan sebentar..bak kata sorang doktor, "Kalau Dr Fik (Fikriah) sihat, dia boleh jaga 100 orang. Kita tengok dia dulu!" Aku menunggu di situ, sehingga ambulans untuk ke hospital Melaka siap untuk menghantar Kak Yang...she was having incomplete abortion, with some placenta still left in the womb..
Where was her husband at that time? He was nowhere around (still in Mersing).
Dalam keadaan menahan sakit, Kak Yang sempat serahkan kunci rumahnya. Pesannya biar Wan (panggilan Kak Yang pada suamiku) dan anak-anak berehat di rumah. Dan aku mengambil keputusan untuk ikut sekali ke Hospital Melaka dengan menaiki ambulans. Itu pengalaman kedua menaiki ambulans selepas pengalaman pertama dulu menghantar peserta camping yang cedera di kepala. Sepanjang perjalanan, Kak Yang cuba tidur dan aku duduk di sisi menemankan dia. Lupa sebentar rasa letih dan lapar berpuasa (hari itu aku tidak bersahur). Langsung tidak terlintas persoalan di mana hendak berbuka pada hari itu. Yang paling penting Kak Yang selamat...
Tiba di hospital, aku menguruskan dari pendaftaran Kak Yang ke wad sehinggalah menghantarkan dan mendaftarkan janin di bilik mayat selepas diuruskan oleh paramedic. Juga menanti dengan sabar sehingga Kak Yang disorong masuk ke dalam OT untuk D & C. Buka puasa hari itu, nasi bungkus dan air soya yang dibeli di kedai hospital. Makan di dalam wad bertemankan pesakit-pesakit lain..sewaktu disorong masuk ke dalam OT, sempat pula Kak Yang buat lawak waktu aku cium pipinya, "Bukan nak kena operate, buat D n C je." Ramai juga staff nurse yang kenal Kak Yang sebab dia menyempurnakan internship/houseman dulu di Hospital Melaka...bezanya, dulu dia yang selalu mengiringi pesakit masuk OT, sekarang ni dia pula yang disorong masuk OT.
Ada beberapa pegawai tentera datang menjenguk untuk membantu apa-apa yang patut. Mungkin dihantar oleh abang iparku yang dalam perjalanan ke Melaka dari Mersing. Sehingga pukul 10.00 malam menanti, Kak Yang disorong keluar dari OT dan akhirnya ditempatkan di wad pembedahan kelas pertama...kurang seminggu kemudian, Kak Yang menduduki entrance examination, untuk melanjutkan pelajarannya dalam bidang optalmologi pada peringkat sarjana di HUSM...kakakku yang seorang itu memang kuat semangat dan kuat jiwanya..
Syukur, dapat memberikan khidmat semampuku buat kakak tercinta. Sejak dari kecil hingga sekarang, dialah yang lebih banyak memberi, sedangkan aku, adik yang lebih banyak menerima daripadanya...syukur kerana aku berada di sisinya pada saat dia memerlukan..semoga Allah mentakdirkan hanya yang terbaik untuk Kak Yang...walaupun bayi yang dikandungnya diambil semula oleh Allah, aku yakin Allah akan ganti dengan yang lebih baik untuknya...
Dan anugerah adik ipar paling soleh jatuh pada suamiku yang dengan sabar menjaga anak-anak di rumah Kak Yang semasa aku menguruskan Kak Yang di hospital..hanya makan Maggi semasa berbuka puasa pada hari kejadian...terima kasih, sayang...
Thursday, August 5, 2010
An Avid Traveller: After a Month..
Imagine travelling 58 km (one way) to and forth every day with three little passengers at the back with multi-attitude and actions..sure a weary day every day...Yeah, that was what I've been doing for almost a month already..waking up early in the morning...sometime drive with only half-opened eyes (dunno why i keep feeling sleepy while driving..even at one time I doubt my ownself whether i can arrive safely or not..) Allah, please protect my children from any musibah or mudorat.
More than a month already as i try my best to suit my new life, from being a loyal passenger that can easily snooze off to a sleepy-headed driver..everything started when hubby switch to a new workplace in Shah Alam...Am I suffering? Yeah..indeed..coz this is not what I plan in life. Sacrificing quality time with my children because of that house...why in the first place i have to swallow everything that's planned by other people?
How I wish I accept the offer to pursue study in University of Auckland....that was four years ago..
More than a month already as i try my best to suit my new life, from being a loyal passenger that can easily snooze off to a sleepy-headed driver..everything started when hubby switch to a new workplace in Shah Alam...Am I suffering? Yeah..indeed..coz this is not what I plan in life. Sacrificing quality time with my children because of that house...why in the first place i have to swallow everything that's planned by other people?
How I wish I accept the offer to pursue study in University of Auckland....that was four years ago..
Wednesday, July 28, 2010
White Sauce Recipe & Baked Rice With Cheese
I got this recipe from Kak Nik Eliani (founder of Bacalah Anakku & Read Easy). Very simple but delicious...you can use the white sauce for macaroni or spaghetti..
WHITE SAUCE
Ingredients:
2 tablespoon of butter
2 tablespoon of flour
1 cup of milk
some salt n pepper
Directions:
In a small saucepan over medium heat, melt butter. Add flour and stir until the butter and flour are well combined. Pour in milk, stirring constantly as it thickens. Add more milk depending on desired consistency. Flavour your sauce with salt and pepper. Sprinkle some chopped oregano on top of your sauce. Ready to be served!(for cheese sauce, add some grated mozzarella cheese)
BAKED RICE WITH CHEESE
Ingredients:
1. Fried rice with mushroom and chicken (or shrimp)
2. White sauce
3. Grated cheese
Directions:
Put the fried rice in a baking dish. Layer the top of the rice with white sauce. Sprinkle grated cheese on top of the white sauce. Bake at 150 degree celcius for 1 hour. Your baked rice with cheese is ready to be served!
WHITE SAUCE
Ingredients:
2 tablespoon of butter
2 tablespoon of flour
1 cup of milk
some salt n pepper
Directions:
In a small saucepan over medium heat, melt butter. Add flour and stir until the butter and flour are well combined. Pour in milk, stirring constantly as it thickens. Add more milk depending on desired consistency. Flavour your sauce with salt and pepper. Sprinkle some chopped oregano on top of your sauce. Ready to be served!(for cheese sauce, add some grated mozzarella cheese)
BAKED RICE WITH CHEESE
Ingredients:
1. Fried rice with mushroom and chicken (or shrimp)
2. White sauce
3. Grated cheese
Directions:
Put the fried rice in a baking dish. Layer the top of the rice with white sauce. Sprinkle grated cheese on top of the white sauce. Bake at 150 degree celcius for 1 hour. Your baked rice with cheese is ready to be served!
Subscribe to:
Posts (Atom)