Saturday, May 21, 2011

A motherly hug and blessings...

Used to be a poem writer, reciter and lover,long ago...when I was a Convent's girl more than 15 years ago...so long, but i believe the skill is still there in me..just need some polishing..well, just wanna share a simple poem that I wrote two weeks ago for a special person that was sent along with a basket of flowers a few days before Mother's Day...

Mother,

There's one sad truth in life I've found
While journeying east and west
The only folks we really wound
Are those we love the best
We flatter those we scarcely know
We please the fleeting guest
And deal full many a thoughtless blow
To those who love us best

Dear mother,

What have I done?
To hurt that beautiful heart of yours
And let you shed all of those tears
that rolling down your pretty face
Just because I misunderstood
The motherly sigh and gaze you have ever put

Dear mother,
Hurting you means hurting me more,
And the suffering stays like an open sore
So agonizing and painful though
Turns my days into darkness and sorrow

But mother,
I do believe in the tender place
That lies hidden in a mother's heart
that may forgive and hold a space
like a shelter and a shading hut
that will keep me away
from rain, and thunder and snow and heat

I'm so sorry mother...
for hurting you all this while
hope this flowers will bring you smiles
And do accept this sincere apology
from your sincere daughter who is guilty

This coming weekend is your day mother...
The world's celebrating mother's day
And let me be the first to say
Happy Mother's Day my dearest dear!

With lots of loves

Friday, April 29, 2011

Sudahkah anda bersedia menghadapi semua ini? Bagaimanakah malam pertama anda di....



satu dokumentari yg cemerlang mengenai kematian..

Tuesday, April 26, 2011

4 Orang Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka..

Seseorang wanita itu apabila di yaumal alkhirat akan menarik empat golongan lelaki bersamanya ke dalam neraka.

Artikel ini bukan untuk memperkecilkan wanita tetapi sebaliknya iaitu supaya kaum lelaki memainkan peranannya dengan hak & saksama serta berwaspada akan tanggung-jawab yang dipikul!

1. Ayahnya

Apabila seseorang yg bergelar ayah tidak memperdulikan anak-anak perempuannya di dunia. dia tidak memberikan segala keperluan agama seperti mengajar solat, mengaji & sebagainya. Dia memperbiarkan anak-anak perempuannya tidak menutup aurat.....tidak cukup kalau dengan hanya memberi kemewahan dunia sahaja maka dia akan ditarik ke neraka oleh anaknya.

2. Suaminya

Apabila sang suami tidak memperdulikan tindak tanduk isterinya. Bergaul bebas di pejabat,memperhiaskan diri bukan untuk suami tapi untuk pandangan kaum lelaki yg bukan mahram, apabila suami mendiam diri walaupun dia seorang alim seperti solat tidak bertangguh, puasa tidak tinggal maka dia akan turut ditarik oleh isterinya.

3. Abang-abangnya

Apabila ayahnya sudah tiada,tanggungjawab menjaga maruah wanita jatuh ke bahu abang-abangnya.....jikalau mereka hanya mementing keluarganya sahaja dan adik perempuannya dibiar melencong dari ajaran ISLAM ...tunggulah tarikan adiknya di akhirat kelak.

4. Anak Lelakinya

Apabila seorang anak tidak menasihati seorang ibu perihal kelakuan yg haram dari Islam,bila ibu membuat kemungkaran pengumpat,mengata, memutuskan silaturrahim dan sebagainya maka anak itu akan disoal dan dipertangungjawabkan di akhirat kelak. Nantikan tarikan ibunya ke neraka.


Read more at: 4 Orang Lelaki Yang Ditarik Wanita Ke Neraka.. http://sepaku.net/nur-addin/43494-4-orang-lelaki-yang-ditarik-wanita-ke-neraka.html#ixzz1KcSPvxGz

Sunday, April 24, 2011

Pengadu domba, si pemecah -belah dan batu api...apa kata Al-Quran tentang mereka?

Apabila berlaku perselisihan antara dua pihak, maka janganlah ditambah lagi kerosakan yang ada dengan menjadi pengapi atau pengipas. Sebaliknya, berusahalah menjadi pendamai kepada perselisihan tersebut. Jika kita menjadi pengadu domba yang menambah buruk lagi keadaan, bimbang diri hilang kelayakan untuk menjejaki syurga Allah..apatah lagi sekiranya perselisihan itu melibatkan khalayak keluarga sendiri. Sukakah melihat perpecahan dalam keluarga? Sukakah melihat kedua-dua pihak terus bermasam muka atau bertelagah? Sekiranya tidak mampu menjadi pemulih keadaan, adalah lebih baik berdiam diri dan berdoa supaya keadaan pulih seperti sedia kala. Bukan dengan mengipas atau memanaskan hati mana-mana pihak yang terbabit.Berikut adalah petikan hadis dan ayat Quran yang mencela kelakuan si pengadu domba. Harap dimanfaatkan..

Pengadu Domba Tidak Masuk Surga

Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ
“Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (HR. Muslim no. 105)
Maksudnya: Tidak akan masuk surga pertama kali bersama dengan orang-orang yang masuk, melainkan dia akan disucikan dulu di neraka.
Dari Abdullah bin Abbas radhiallahu anhuma dia berkata:

مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى قَبْرَيْنِ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ وَأَمَّا الْآخَرُ فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ بَوْلِهِ قَالَ فَدَعَا بِعَسِيبٍ رَطْبٍ فَشَقَّهُ بِاثْنَيْنِ ثُمَّ غَرَسَ عَلَى هَذَا وَاحِدًا وَعَلَى هَذَا وَاحِدًا ثُمَّ قَالَ لَعَلَّهُ أَنْ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Dan mereka berdua disiksa bukan karena sesuatu yang besar. Adapun salah seorang di antara mereka disiksa karena suka mengadu-domba sedangkan yang lainnya disiksa karena tidak menjaga dirinya dari (percikan) kencingnya.” Kemudian beliau meminta pelepah kurma basah, lalu membelahnya menjadi dua. Kemudian beliau menanam salah satunya pada kubur yang pertama dan yang satu lagi pada kubur yang kedua. Kemudian beliau bersabda, “Semoga siksa keduanya diringankan selama kedua pelepah ini belum kering.” (HR. Al-Bukhari no. 6055 dan Muslim no. 292)

Penjelasan ringkas:

Namimah atau adu domba adalah perbuatan menukil ucapan sebagian orang lalu membawanya kepada sebagian orang lainnya dengan tujuan untuk merusak hubungan baik di antara kedua golongan tersebut. Ini merupakan amalan yang sangat tercela, Allah Ta’ala sendiri yang langsung mencelanya dan melarang kaum muslimin untuk mendengarkan celaannya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah kamu mengikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari mengadu domba, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas, lagi banyak dosa.” (QS. Al-Qalam: 10-12)

Namimah termasuk dari dosa-dosa besar, karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam mengabarkan bahwa di antara amalan yang paling banyak menyebabkan seseorang disiksa dalam kuburnya adalah karena dia melakukan namimah di muka bumi ini. Adapun maksud kalimat ‘disiksa bukan karena sesuatu yang besar’ dalam hadits Ibnu Abbas di atas, maka itu bukan berarti kedua amalan itu bukanlah dosa besar. Akan tetapi yang dimaksud adalah bahwa kedua amalan itu kecil atau enteng di mata mereka berdua atau di mata banyak manusia, akan tetapi sebenarnya kedua amalan ini sangat besar dosanya di mata Allah Ta’ala. Ini dipertegan oleh hadits Hudzifah di atas yang menyebutkan secara tegas bahwa pelaku namimah tidak akan masuk surga.

Adapun berkenaan dengan hadits Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu di atas, maka Ibnu Abdil Barr telah menyebutkan dari Yahya bin Abi Katsir bahwa beliau berkata, “Dalam sekejap, pelaku adu domba dan kedustaan bisa menimbulkan kerusakan dengan kerusakan yang tidak bisa ditimbulkan oleh penyihir dalam satu tahun.”

Abu Al-Khaththab berkata dalam Uyun As-Sa`il, “Di antara bentuk sihir, mengadakan adu domba dan merusak hubungan di antara manusia.”

Alasan namimah disamakan dengan sihir, karena kedua amalan ini bisa mengadakan kerusakan di tengah-tengah manusia secara cepat, tersembunyi, dan disertai dengan makar atau tipu daya. Dari sisi inilah para ulama menyamakan keduanya, bukan dari sisi hukuman bagi pelakunya. Karena sudah dimaklumi bahwa pelaku sihir adalah kafir sementara pelaku namimah masih seorang muslim walaupun dia berbuat dosa yang sangat besar.

Diambil dari: http://al-atsariyyah.com/pengadu-domba-tidak-masuk-surga.html

Saturday, April 23, 2011

Dia Ibarat Tikus Membaiki Labu

Entah kenapa orang muda itu menyelit dan cuba menyibuk dengan 'konflik dalam cawan' yang sedang berlaku. Entah apakah niat dalam dirinya? Atau mungkin dia cuba-cuba hendak menjadi penyelamat keadaan? Atau mungkin juga menjadi pembela yang konon-kononnya sangat prihatin dan berjiwa halus?

Hakikatnya, dia tidak ubah seperti tikus yang membaiki labu...semakin dibaiki semakin teruk kerosakan yang berlaku...dia ibarat si bendul yang menyiram minyak pada api yang sedang menyala..lagi memarakkan keadaan..merosakkan situasi dan menutup jalan perdamaian..

Siapakah dia untuk masuk campur? dan cuba pula memberi teguran dengan cara yang cukup tidak berhimmah..tiada kebijaksanaan...malah menambahkan lagi kerosakan..

Wahai orang muda,
Usahlah kamu menjadi duri dalam daging..menjadi penambah segala kerosakan dan membunuh pintu-pintu perdamaian..kamu terlalu muda untuk memahami semua ini..sedangkan kamu sendiri sering berkonflik dengan rakan-rakanmu sendiri tanpa sebab yang munasabah atau kerana sebab yang terlalu remeh..juga kadangkala berkonflik dengan diri sendiri.. tidakkah kamu sedar itu orang muda? bagaimana pula kamu bisa mencampuri urusan yang lebih rumit dari hubungan antara kawan dengan kawan?

Jika kamu tidak mampu menjadi pendamai atau penyejuk hati yang sedang kepanasan, eloklah kamu berdiam diri sahaja. jangan pula menjadi pengipas yang mengapi-apikan keadaan..kelak diri kamu juga yang menuju kehancuran. dibenci dan dijauhi orang.

Mungkin yang terbaik ialah mendoakan supaya kamu juga merasai pengalaman ini pada masa hadapan supaya kamu akhirnya faham..dan tidak sewenang-wenangnya bertingkahlaku seumpama tikus membaiki labu atau seumpama kera mendapat bunga...

semoga kamu diampuni Allah atas kerosakan yang telah kamu lakukan ini..sungguh kasihan diri kamu itu orang muda..

nota: buat sementara ini kamu, orang muda di'block' dari sebarang medium perhubungan..jadi anggap sajalah apa saja yang kamu cuba sampaikan tertolak dan tidak sampai kepada orang yang ditargetkan. Jadi, jangan buang masa dan jaga saja urusan diri kamu sendiri

Friday, February 18, 2011

Untuk seseorang yang cukup kukasihi..


Kak Yang n Yoi sewaktu di rumah Wan dan Tuk Cik di Rembau



Beza umur kami cuma setahun 2 bulan...terlalu rapat jarak usia itu...kami membesar seiiringan...satu sekolah sepanjang sekolah rendah (SRK Convent, Seremban) dan satu rumpun sekolah menengah (Kak Yang di SMAP Kajang, aku di SMAP Labu)...sikap penyayangnya dan prihatinnya sebagai seorang kakak jelas tergambar sejak kecil lagi. Aku masih ingat, satu petang semasa dalam darjah tiga (aku bersekolah sesi petang dan Kak Yang di sesi pagi), seseorang datang ke kelasku, meminta izin daripada guru kelas untuk bertemu aku. Rupa-rupanya Kak Yang sudah menunggu di luar kelas. Diserahkan sekeping not seringgit, buat belanja katanya. Kak Yang 'stay back' hari itu untuk latihan sukan. Selalu juga dia datang menghantar bekalan makanan yang disediakan sendiri olehnya...Ketika itu usianya baru 10 tahun.....dalam darjah 4...too young but with strong sense of responsibility..

Saat-saat persekolahan peringkat menengah, kami berdua sama-sama di SBP...jauh dari keluarga yang berada nun di utara tanah air...aku di Nilai, Negeri Sembilan dan Kak Yang di Kajang, Selangor...adakalanya, ketika balik bercuti di kampung, kami bertemu di Puduraya sebelum bas bertolak..solat bersama-sama, kemudian berpisah kerana masing-masing menaiki bas ekspres yang berlainan...7 jam kemudian, kami bertemu semula di stesen bas Kangar...Sekiranya cuti bulanan kami tidak sama, Kak Yang akan datang melawat aku di asrama dengan sedikit buah tangan yang dibeli dengan duit poketnya sendiri. Jika cuti bulanan kami bertembung, rumah Wan di Rembau selalu jadi 'port' kami melepak...malam Sabtu ke 'lelong' (pasar malam) dan tengah hari Ahad masing-masing bergerak pulang ke sekolah masing-masing..kami akan berjalan kaki ke pekan Rembau bersama-sama untuk menaiki bas ke Seremban. Di Seremban, kami berpisah..aku ke Nilai dan Kak Yang ke Kajang.. Ketika dia berada di matriks pun Kak Yang pernah datang menaiki motorsikal dari Serdang ke Nilai untuk melawat aku yang ketika itu sedang menghadapi SPM.

Cepat sungguh masa berlalu...aku di ambang perkahwinan sedangkan Kak Yang ketika itu bertungkus-lumus menghadapi tahun akhir kursus perubatan...sempat lagi Kak Yang menghabiskan masa membuat bunga telur dan menjahitkan cadar untuk bilik pengantinku...Kak Yang bersengkang mata demi hari bersejarahku...sedangkan peperiksaan akhirnya amat penting untuk dia bergelar doktor! Kerana seorang adik..Kak Yang ketepikan semua kepentingan dirinya..

Aku melahirkan bayi sulungku di HUKM, Kak Yang ketika itu di Hospital Melaka menjalani housemanship...bergegas Kak Yang datang dari Melaka untuk menyambut kelahiran anak buah pertamanya...walaupun waktu senggang houseman terlalu terhad...

Dan kini, ketika kesihatanku semakin terjejas atas pelbagai faktor yang tak perlu aku sebutkan di sini, Kak Yang jugalah yang sudi berada di sisi menghulurkan bantuan semampu mungkin...merawat aku tanpa jemu...memperkenalkan aku kepada pakar-pakar yang berkenaan dan memberi semangat yang tidak pernah putus (ketika aku menghadapi masalah dengan vocal cord)..

Ya Allah, aku bersyukur dikurniakan seorang kakak dan juga sahabat seistimewa Kak Yang...berkatilah kehidupannya YA Allah...permudahkan laluan hidupnya untuk menggapai cita-citanya sebagai seorang ophtalmologist...dia adalah kebanggaan kami sekeluarga...ganjarilah dia dengan kebajikan yang berganda dari apa jua kebajikan yang dilakukannya untuk kami...dan tempatkan kakakku ini dalam kalangan kekasihMu ya Allah...

Selamat Ulangtahun Kak Yangku sayang!
19 Februari 1980

Monday, February 14, 2011

Dia yang dirindui...

Rasulullah...
Andai tuan berkunjung ke rumah-rumah kami kala ini
Pastilah tuan kehairanan
Golongan laki-laki kami sering lemah
Bila bangun menyahut seruan Allah
Solat jemaah jarang dilazimi
Solat di awal waktu
sering tak tentu
bibir-bibir mereka mengaku
cinta dan kasihkan mu
namun melanggar ajaranmu tak pernah silu

Rasulullah..
Golongan wanita-wanita kami pula
Cinta dunia takut mati
Mahu seronok, cantik dan dipuja puji
Rasa malu hilang ke mana
Bahkan bangga bergelumang dosa
Dicanang-canang pula di sini sana
Kehebatan diri yang dipinjam sementara

Rasulullah..
Anak-anak kami lesu
Letih berhibur bergulat nista
Entah diingat entah dilupa
Kesusahan tuan menyebar agama
Agar dinullah jadi cahaya
dalam kalbu-kalbu kami
Entah diingat entah dilupa
Darah tuan dan sahabat menitis laju
Tiapkali ghazwah menyapa waktu
Demi pastikan cahaya ISLAM itu tegak
Harumnya terserak
segenap pelusuk maya

Rasulullah..
Maafkan kami
Sentiasa lupa
Sedangkan kami sentiasa ada
dalam hatimu walaupun ketika maut menyapa..

Rasulullah...
Maafkan kami..
Sering hanyut
Layakkah kami menghirup syafaat tuan..
Tika mentari sejengkal cuma
dari ubun-ubun kepala kami...

Kami merinduimu duhai Kekasih Allah...
Salam Maulidur Rasul 1432